Konfirmasi Email Anda

Terimakasih..
Silahkan Konfirmasi Email Anda..!!!

Kami telah mengirimkan Link Konfirmasi ke email Anda. Tinggal satu langkah lagi untuk melengkapi pendaftaran anda. Segera Buka email anda sekarang, Temukan email dari kami, kemudian KLIK LINK KONFIRMASI-nya.

Jika email yang kami kirimkan masuk Folder Spam. Segera tandai sebagai bukan spam, agar email kami masuk inbox. Dan anda bisa menerima info Terbaru dari kami dengan Lebih Cepat.

SALAM SUKSES UNTUK ANDA.


CopyRight 2017 @naqsdna.info :: Powered by. NAQS DNA INSTITUTE :: WWW.NAQSDNA.COM

thumbnail

Rahasia Lunas Hutang

5 FORMULA RAHASIA LUNAS HUTANG & BANGKIT DARI KETERPURUKAN.


1. Rajin Latihan Deep Trance Meditation (Tegakkan Zikrullah), untuk pengkondisian Mental agar mampu untuk Tenang dalam mensikapi situasi dan kondisi yang ada. Ketika anda sudah mempunyai Kemampuan mengakses TITIK NOL dengan meditasi, maka keajaiban akan hadir dalam kehidupan anda.

2. Jangan Lari dari Tanggung jawab, tetapi tumbuhkan sifat Ikhlas dan berani bertanggung jawab atas segala resiko yang harus dihadapi. Hadapi apapun resikonya, sekalipun harus kehilangan harta dan dipenjara.

3, Perbanyak ikhtiar Batin, seperti Sholat Hajat, Sholat Tahajud, Sholat Dhuha, Mengamalkan Doa Lunas Hutang, Meditasi Money Magnet, Meditasi Asmorojati, Meditasi Bola energi impian, Bola energi Pamungkas Jagad, Hipnotic Goal setting, Meditasi Keajaiban Syukur, dll.

4. Perbanyak Istighfar, memohon ampun kepada Tuhan. Karena bagaimanapun juga, kita memang bersalah sehingga punya hutang yang diluar kemampuan kita untuk membayarnya.

5. Selanjutnya, Fokus pada Ikhtiar Zahir. Yaitu bekerja dan berdaya upaya untuk menjemput rejeki dari Allah. swt.

Insya Allah, dengan demikian, Hutang kita akan cepat terlunasi dengan mudah, cepat, dan nyaman. Serta kita dapat segera bangkit dari keterpurukan.


Point terpenting dari 5 Formula Rahasia Lunas Hutang ini adalah, :
Ciri Orang berilmu adalah memahami cara kerja ilmunya dan bertindak sesuai dengannya, dan bukannya memperturutkan Nafsu, ambisi, apalagi ketakutan, kecemasan, dan kepanikannya.

Anda Harus Mau Berubah, Jika Nasib Anda Ingin berubah.

Hidup itu seperti Tinju ataupun Mix Martial Art (MMA), Tanpa keberanian menghadapi Pukulan, tendangan, bantingan, dll... Kita tidak akan pernah menjadi pemenang.
Ulasan Lebih lengkap untuk 5 Formula Rahasia Lunas Hutang ini silahkan simak dalam Video saya 5 Formula Rahasia Lunas Hutang ini : https://www.youtube.com/watch?v=Q0mBLJJ0J3o



Sebagai Tambahan, dalam Artikel 5 Formula Rahasia Lunas Hutang ini saya sertakan juga Tulisan dari Kang Dewa Eka Prayoga, salah seorang Mentor saya dalam bidang Bisnis & marketing. Yang pernah mengalami Fase Kajatuhan dalam hidupnya dan terjebak hutang hingga Milyaran. Namun akhirnya dapat bangkit dan berjaya kembali. Berikut ini tips dari beliau. ( Source : DEWA EKA PRAYOGA )

6 AMALAN BEBAS HUTANG.
Kali ini Saya ingin sharing dengan Anda tentang Bagaimana Saya Bisa Lunas Hutang dalam Waktu Cepat.

Sebelum ketahui caranya, sadari terlebih dahulu bahwa hutang itu wajib dibayar.

Artinya, jika saat ini Anda sedang memiliki hutang, maka berusahalah sekuat tenaga untuk bisa menyelesaikannya sesegera mungkin.

Lantas, bagaimana caranya?

➤ Pertama, Taubat Nasuha.
Apapun alasannya, pastikan kita segera taubat dan menyesali segala dosa yang telah diperbuat, serta berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulanginya lagi. Kenapa? Jangan tanya kenapa, cobalah merenung dan berpikir: sudah berapa banyak dosa yang telah diperbuat selama ini? Renungkan.

➤ Kedua, Pasrah Total.
Dalam kondisi bangkrut dan punya hutang, sadarilah bahwa sungguh Maha Besarnya Allah dan betapa kecilnya kita. Pasrah saja. Ridho dengan keadaan yang ada. Terima segala kemungkinan yang terjadi. Pasrahkan diri kita hanya pada-Nya.

➤ Ketiga, Bantu Orang Lain.
Ingatlah sabda Rasulllah SAW, "Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hambaNya selama hambaNya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim). Bantu orang lain dahulu, dibantu Allah kemudian.

➤ Keempat, Tingkatkan Amalan Harian.
Shalat Dhuha, Tahajud, Tadarrus Al-Qur'an, Sholat Tepat Waktu, Shubuh Berjamaah, Dzikir, dan amalan-amalan harian lainnya harus ditingkatkan. Dekati Allah, supaya Allah kasih solusi dari arah yang tidak disangka-sangka.

➤ Kelima, Persering Silaturrahmi.
Dibalik silaturrahmi, ada rezeki. Yakinilah itu. Coba perbaiki hubungan dengan orang tua, pasangan, keluarga, sanak saudara, rekan kerja, dan teman-teman kita. Hubungi mereka jangan pas ada butuhnya saja. Ingat itu. Ingat.

➤ Ke-enam, Perbanyak Sedekah.
Sedekah itu bukan dari yang kaya ke yang miskin, tapi dari yang mau ke yang membutuhkan. Bahasa langit itu bukan kaya dan miskin, tapi lapang dan sempit. Orang kaya bisa jadi sempit, kalau dia pelit. Orang miskin bisa jadi lapang, kalau dia dermawan.

Sebelum Anda lanjutkan baca, sadarkah Anda bahwa semua aktivitas di atas adalah amalan langit? Lalu, bagaimana dengan aktivitas buminya?

Ya. Fokuskan diri Anda 80% pada Solusi, dan 20% pada Masalah (Hutang).

Solusinya apa?

Bisa bisnis, bisa jualan, bisa kerja. APAPUN itu. Yang penting: HALAL!

Jangan dulu so idealis karena ingin mendapatkan uang besar dalam waktu cepat. Nikmati prosesnya, sambil menjalankan 5 amalan langit di atas.

Kalau Anda baca buku terbaru Saptuari yang berjudul KEMBALI KE TITIK NOL, Anda akan tahu bahwa hampir 99% dari mereka yang berhasil bangkit dari bangkrut dan mampu menyelesaikan hutang-hutangnya (mulai dari puluhan juta, ratusan juta, bahkan Miliaran), mereka melakukan hal yang sama. Persis.

Yakinilah...

Semua masalah pasti ada solusinya.

Bukankah Allah tidak akan membebani mahluknya di luar kemampuannya?

Semoga apapun masalah Anda saat ini diberikan kemudahan dan jalan keluar oleh Allah SWT. Aamiin...

Sekian, semoga bermanfaat.

SALAM AJAIB


Edi Sugianto.
www.naqsdna.com | www.sabdasakti.com

SMS/WA : +62 812 3164 9477
HP : +62 822 3458 3577
Telegram Messenger : @Hipnotis
Pin BB : 7ccd0ca5
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID NAQS DNA (Free Iklan), KLIK NaqsMobile

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.

Terms Of Service

TERMS OF SERVICE PELATIHAN

Syarat Pendaftaran & Kesepakatan Awal Pelatihan :
  1. Bersedia mengikuti Tata Tertib dan peraturan pelatihan.
  2. Berjanji menggunakan ilmu hanya untuk kebaikan.
  3. Aktif berinteraksi dalam kelas.
  4. Rajin belajar, berlatih, & Praktek. Karena Kunci Sukses ada di tangan anda sendiri.
  5. Semua Resiko selama dan sesudah pelatihan adalah menjadi tanggung jawab anda sendiri.
  6. Mengingat Bimbingan & Pelatihan KELAS ONLINE berlangsung di Telegram & Facebook, Maka Peserta Wajib punya aplikasi “TELEGRAM” dan FACEBOOK di Smartphone / PC / Laptopnya, agar dapat mengikuti Pembelajaran dengan sempurna.
  7. Infak bersifat Non Refundable Payment, artinya tidak dapat diminta kembali dengan alasan apapun. Jadi, jika kemudian anda mengundurkan diri dari Pelatihan ini, maka semua Investasi anda tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

KESEPAKATAN, SYARAT, & KETENTUAN YANG BERLAKU DALAM TRAINING

  1. Pelatihan ini mengandung bahasa orang dewasa.
  2. Dilarang Menyebar Luaskan Materi dalam Pelatihan ini tanpa seizin Guru Besar.
  3. Bersedia menggunakan informasi, ilmu dan teknik yang dipelajari dalam pelatihan ini dengan penuh tanggung jawab, dan perhitungan yang matang.
  4. Informasi, ilmu dan teknik yang dipelajari dalam pelatihan ini amat powerful, efek apapun dari pemanfaatan ilmu ini yang dilakukan oleh peserta setelah pelatihan adalah 100% menjadi tanggung jawab pribadi dari peserta.
  5. Peserta Pelatihan mengetahui, memahami, serta menyadari bahwa Hasil Yang Diraih dalam mengikuti program Pelatihan yang diselenggarakan oleh NAQS DNA Instute adalah bersifat Variatif & Relatif. Tiap peserta boleh jadi memperoleh hasil yang sama, dan boleh jadi juga memperoleh hasil yang berbeda. Hal itu sangat tergantung dari tingkat kemampuan pemahaman dan daya serap belajar masing-masing peserta. Serta kondisi kesehatan Fisik serta psikologis peserta.
  6. Peserta Program Pelatihan NAQS DNA mengetahui, memahami, serta menyadari bahwa Program Pelatihan yang tersebut di atas Tidak memberikan Jaminan akan hasil.
  7. Peserta Program Pelatihan mengetahui, memahami, serta menyadari bahwa yang dapat menjamin keberhasilan anda adalah DIRI ANDA SENDIRI dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
  8. Mengingat Full powernya dan AMPUHNYA tekhnik yang diberikan, Peserta Program Pelatihan berjanji bahwa Ilmu Yang diperoleh di gunakan hanya untuk hal-hal yang positif demi kebaikan serta kemajuan dirinya serta lingkungannya. Dan Tidak menyalah gunakan Ilmu ini untuk merugikan orang lain. Oleh karena itu, penggunaan semua hasil pelatihan adalah menjadi tanggung jawab pribadi peserta masing-masing. Baik tanggung jawab di dunia, di masyarakat, di mata hukum, ataupun tanggung jawab di akherat nanti.. Peserta Program Pelatihan mengetahui, memahami, dan menyadari bahwa Penyempurnaan Ilmu adalah dengan Rajin Latihan & Praktek.
  9. Peserta Program Pelatihan mengetahui, memahami, dan menyadari bahwa Training ini adalah sebuah media pembelajaran serta pelatihan, serta bukan media jual beli ilmu. Sehingga motivasi utamanya mengikuti Training ini adalah untuk BELAJAR ILMU dan bukan membeli Ilmu.
  10. Dengan tetap berada di dalam NAQS DNA INSTITUTE serta mengikuti Training yang di selenggarakan oleh NAQS DNA INSTITUTE ini. maka kami anggap anda telah menyetujui dan sepakat dengan Syarat dan Ketentuan Yang berlaku di atas. Dan setuju dengan segala ketentuan dan syarat yang berlaku dalam pelayanan kami.
  11. Dengan tetap berada di dalam NAQS DNA INSTITUTE serta mengikuti Program Pelatihan yang di tawarkan dalam jaringan situs NAQS DNA INSTITUTE. Saya anggap anda bersedia menjadi peserta program pelatihan ini dan mentaati peraturan serta kesepakatan yang ada dalam Training ini.
Sekian, Terima Kasih.

SALAM

EDI SUGIANTO

GUBES NAQS DNA
www.Basupati.com | www.NAQSDNA.com | www.SabdaSakti.com
thumbnail

Sabda Gendam Pak Subari Jakarta

Laporan Sabda Gendam
Date : 27 Juni 2017
Kelas : Advance Gendon

NAMA : SUBARI
NO.ID : 593
KOTA : JAKARTA



Target : Anak kecil
Sabda: Diam

Kesan :
Masih dalam suasana lebaran, halal bi’halal saling kunjung mengunjungi maaf memaafkan.Tetangga di kunjungi saudara jauh sekitar satu mobil suasana ramai sekali aku mendengarkan dan melihat anak kecil menangis dari awal datang sampai bersalam-salaman selesai masih tetap menangis, saya merasa kasian sama ibu yang menggendong anak yang rewel itu tidak lama-lama anak itu saya SABDA DIAM dengan pemancaran energi bola mata, tidak menunggu lama lagi anak yang rewel itu saya liat sudah menyender di pundak sang ibu terus diam.



Target : Cicak
Sabda : Pergi

Kesan :
Ada cicak di dekat lampu plafon rumah dia asik mencari mangsa ( nyamuk) dia sibuk nengok kiri dan kanan saya coba sabda putar dengan pemancaran energi bola mata lalu cicak itu putar mengelilingi lampu sambil membawa mangsanya kurang lebih 5 menitan saya SABDA PERGI iya tidak lama kemudian pergi dengan cepatnya ke arah lukisan ke dinding sebelah kanan.



Terget : Anak Muda
Sabda : Jalan

Kesan :
Masih dalam suasana lebaran ( halal bi’halal ) ada anak tetangga yang sedang berkumpul bersama teman”nya tidak lama kemudian ada temannya datang pakai sepeda motor dengan knalpot resing( bunyi bising/cempreng) telinga tidak bersahabat lagi tidak dimatikan malah dengan asiknya ngobrol lalu saya SABDA JALAN dengan pemancaran energi bola mata, tidak begitu lama lagi anak muda itu jalan dengan enaknya sambil mengegas motornya dengan suaranya yang bising.

Terima kasih Master.

***

Aktivasi Energi Khalifah

Assalamu 'alaikum Wa Rohmatullahi wa barokatuh.......

Sahabat, Tahukah berapa nilai anda yang sebenarnya...???

Anda tentu tahu, bahwa ketika sebuah perusahaan mengeluarkan sebuah produk dengan jumlah terbatas atau Edisi Limited. Maka harganya akan menjadi melambung tinggi melebihi produk sejenis. Right...??

Dan anda tentu juga sudah tahu, mengapa barang antik yg jumlahnya terbatas atau Langka. Bahkan hanya ada satu di dunia akan mendapatkan penawaran Harga tertinggi hingga milyaran ataupun trilyunan dolar ...??

Dan tahukah anda, bahwa Setiap Diri Kita atau setiap individu manusia adalah Unik, Langka, dan tiada duanya. Diri kita adalah satu-satunya di dunia. Tidak ada manusia lain yg merupakan kembaran identik diri kita. Bahkan DNA & SIDIK JARI tiap orang tidaklah sama....

Bila sebuah Product Edisi Limited berharga mahal, Bila barang antik yg langka juga berharga mahal. Lalu berapakah harga kita...?? SUNGGUH TIDAK TERNILAI bukan...??

Sahabat, sesungguhnya perjalanan kita hidup di dunia ini hanyalah sekedar sebuah proses untuk menemukan JATI DIRI Kita yang MULIA & Tiada ternilai tersebut...

Secara Fitrah manusia terlahir Sempurna dan merupakan sebuah Product Ilahi yg spesial... Bagaikan baju putih bersih yg baru dikeluarkan dari pabriknya.... Namun semua itu baru merupakan potensi yg masih terpendam di dalam DNA seseorang. Hanya dengan Akal budi dan tuntunan agama, seorang manusia akan mampu menemukan potensi kemuliaan dirinya itu dan memantaskan dirinya sebagai Khalifatullah di atas muka bumi ini.

Manusia sebagai kholifah bumi, juga mengindikasikan bahwa manusia dengan segala kemampuan yang dimiliki dijadikan oleh Allah s.w.t sebagai penguasa di muka bumi, atau menjadi sumber daya dan pengendali seluruh potensi bumi. Itulah keutamaan dan anugerah terbesar yang diberikan Allah s.w.t hanya kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain.

“Man is not the creature of circumstances; circumstances are the creatures of men.” –Benjamin Disraeli–

Menurut sebuah pepatah Arab, kita tak akan pernah bisa memberikan apa yang kita tidak punya. Untuk berinfak kita harus mempunyai uang. Untuk mengajar kita harus berilmu. Untuk melindungi kita harus kuat. Lalu, untuk memimpin apa yang mesti kita punya?

Dalam proses evaluasi para calon pimpinan perusahaan, kebanyakan penilaian akhir dari team penilai para calon kandidat adalah pada beberapa faktor yakni:
  1. Leadership Skill => Keahlian memimpin
  2. Teamwork Skill => Keahlian bekerjasama
  3. Analytical Skill => Ketrampilan menganalisa permasalahan
  4. Tactical & Strategic Skill => Keahlian taktis dan strategis
  5. Maturity Level => Level Kedewasaan, mencakup di dalamnya Emotional Intelegence, Managing Psychological War, dlsb.
Dari semua aspek, tersebut, umumnya penilaian akhir paling berat adalah pada nomer lima, selain nomer satu. Artinya, level kedewasaan sikap seseorang yang menentukan berhak tidaknya yang bersangkutan memimpin suatu unit organisasi, bisnis ataupun lembaga tertentu (tentu saja di sini kita berbicara mengenai penilaian yang obyektif).

Namun tidak semua orang, mampu menguasai dirinya sendiri secara penuh waktu dan terus-menerus (mastering him/her self). Adakalanya seseorang jatuh ke dalam pencobaan, entah itu godaan duniawi, ataupun godaan emosional, atau lainnya.

Sebenarnya, seseorang pimpinan tidak boleh tidak marah, namun juga tidak boleh terus-menerus marah karena marah itu harus ada level dan kontrolnya secara tepat dan benar. Dan adalah wajib seseorang jika menyandang posisi strategis dan penting untuk tetap sadar diri, waras, dan terkontrol dalam meluapkan amarahnya.

Emosi itu sendiri sebenarnya bisa dikontrol, dan dilatih untuk terkontrol. Bahkan yang namanya godaan nafsu duniawi dan badaniah juga bisa dikontrol secara baik dan benar jika kita benar-benar mau berlatih untuk sadar diri 100%.

Latihan untuk mengontrol dan menguasai diri sendiri, bisa dengan berbagai cara dan juga bermacam metoda kombinasi. Namun dalam step-stepnya ada rumusan baku yang perlu dipahami, yakni:
  1. Kenali diri sendiri terlebih dahulu.
    Sebelum mencoba menguasai keadaan dan juga diri sendiri, cobalah untuk mengenali diri sendiri, batasan tempramentalnya, batasan godaannya, dan lain sebagainya. Karena setiap orang ada limitnya sendiri-sendiri, dan hanya dia sendiri yang tahu pada titik mana dia goyah.
  2. Belajar menerima segala kelemahan dan ketidakberdayaan itu.
    Hanya dengan mengakui dan menerima kekurangan kita dan segala kelemahan kita terhadap godaan dari luar dan dari dalam diri sendiri, kita bisa memahami diri kita dan menguasainya.
  3. Belajar mengontrol kehendak dan fokus pada titik yang ingin dicapai.
    Hal ini umumnya luar biasa sulit, dan memang bagian terberat dalam latihan penguasaan diri. Kebanyakan para ahli spiritual dan kebathinan belajar atau berlatih dengan bersemedi sambil menatap mata pada cermin berlama-lama tanpa berkedip atau melihat nyala lilin tanpa berkedip, atau berlatih meditasi dengan duduk bersimpuh atau duduk di atas kursi paku / tempat tidur paku. Namun sebenarnya tidak perlu hal ekstrim seperti yang dilakukan para fakir spritual, ada banyak cara lainnya, seperti belajar fokus pada bacaan di tengah keramaian juga cara yang baik. Atau belajar mengendalikan nafsu lapar mata untuk tidak menyemil, juga latihan yang bagus.
  4. Melatih ketrampilan penguasaan diri dalam medan sebenarnya.
    Ada pepatah, yang mengatakan, practice what you learn. Tanpa ujian diri sendiri atau mencoba menyeburkan diri dalam godaan yang lebih besar dan lebih nyata, semua teori tadi sia-sia belaka. Seorang pertapa tidak bisa disebut ahli spritual jika tidak bisa bertahan dari godaan nafsu duniawi sepanjang malam, atau seorang penegak hukum tidak bisa dikatakan mampu menguasai keadaan jika terpancing oleh kata-kata demonstran.
  5. Kesadaran & Kecintaan.
    Menyadari bahwa itu semua dilakukan bukan untuk uji tahan godaan dan cobaan, akan tetapi dilakukan dengan penuh rasa cinta akan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Ini paling penting, karena semua keteguhan iman dan kontrol diri akan sia-sia jika tanpa rasa kecintaan akan tanggung jawab yang diamanatkan.
Citra diri sebagai manusia merdeka!
Sebelum mampu memimpin orang lain, kemampuan memimpin diri sendiri adalah keniscayaan. Ada yang menyebut kompetensi ini sebagai self-leadership, self-mastery, atau personal mastery. Intinya adalah kemampuan untuk menjadi tuan atas diri sendiri, berangkat dari keyakinan, conviction, bahwa bukanlah lingkungan yang menciptakan kita, melainkan kitalah yang menciptakan lingkungan, bahwa diri kita adalah subjek sedangkan lingkungan adalah objek, dan bukan sebaliknya. Sebuah kesadaran atas kemerdekaan hakiki, a free will, yang telah Allah karuniakan, yang membedakan kita dari beragam makhlukNya yang lain, sebagaimana firmanNya: “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. Asy Syams: 8-10).

Citra diri sebagai manusia merdeka membuat kita menjadi manusia dengan internal locus of control, manusia yang meyakini bahwa dirinya adalah penyebab, sekaligus faktor yang bertanggungjawab, atas hasil yang diterimanya. Internal locus of control merupakan refleksi dari self-responsibility, kemampuan bertanggungjawab atas nasib diri sendiri, yang merupakan cikal-bakal tanggungjawab atas nasib orang banyak. Internal locus of control juga merupakan karakteristik utama dari pribadi yang matang dan dewasa secara emosional dan spiritual.

Citra diri sebagai manusia merdeka merupakan prasyarat menjadi manusia pembelajar, pemimpin pembelajar, satu-satunya spesies pemimpin yang mampu mentransformasikan dirinya menjadi pemimpin jenjang ke lima. Dalam konteks ini, citra diri sebagai manusia merdeka menyediakan fondasi yang kokoh bagi terbangunnya mental pembelajaran (learning mental). Meminjam model dari Taufik Bahaudin (2001), proses membangun mental pembelajaran dimulai dengan memiliki self-awareness, kesadaran rasional mengenai diri sendiri, pemahaman mengenai kekuatan (strengths), keterbatasan (non-strengths), dan kelemahan (weaknesses), di samping kemampuan membaca posisi diri dalam konteks berbagai faktor dan aktor eksternal. Allah SWT melengkapi kita dengan perangkat-perangkat yang membuat self-awareness menjadi keniscayaan: panca indera yang mmemungkinkan kita menangkap stimulus, dan otak rasional (neo-cortex) yang memberi kita kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi objek yang terekam oleh indera kita.

”Memiliki kepribadian yang matang dan dewasa, dilandasi oleh kemampuan untuk menyelaraskan pikiran, perkataan dan perbuatan, berkata dan bertindak jujur, serta memikul tanggungjawab, sehingga mampu menjadi agen-agen perubahan yang layak dipercaya.” Dimilikinya mental pembelajaran, yang membuat diri kita memiliki internal locus of control, merupakan karakteristik dari kepribadian yang matang dan dewasa.

Eksistensi mental pembelajaran yang mantap dan telah menjadi neural path-way (“software” atau ”pilot otomatis” di otak kita) yang muncul dalam bentuk respon spontan ”what’s wrong with me?” di identifikasi oleh Collins sebagai salah satu pilar penting dari fenomena pemimpin jenjang kelima: “looks in the mirror, not out the window, to apportion responsibility for poor results, never blaming other people, external factors, or bad luck,” dan sebaliknya, “looks out the window, not in the mirror, to apportions credit for the success of the company – to other people, external factors, and good luck.” Jelas bahwa mental pembelajaran merupakan fondasi dari terbangunnya karakter dasar yang seolah-olah paradoksal dari kriteria pemimpin jenjang kelima: professional will dan personal humility. Dampaknya? Dahsyat!

Salam hormatku untuk anda semua, sungguh anda adalah makhluk yang LUAR BIASA....

SALAM NAQS DNA....

referensi :
Kompasiana
Rahmat Malik

Khalifah Bumi

KEUTAMAAN MANUSIA
Keutamaan manusia yang paling utama ialah Allah menjadikan manusia sebagai ‘kholifah bumi’, artinya sebagai pengganti Allah s.w.t di muka bumi. Maksudnya, manusia merupakan sumber daya untuk melaksanakan segala kehendak-Nya agar terwujud suatu sebab dan akibat di muka bumi, atau dengan kata lain sebagai pelaksana terjadinya proses rahasia takdir yang sudah ditentukan Allah sejak zaman azali. Sebagai Penguasa Tunggal yang hakiki, Allah s.w.t telah memberikan mandat kepada manusia sejak zaman azali. Allah menegaskan hal tersebut dengan firman-Nya:

َ“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (kholifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS.Baqoroh (2); 30).

Manusia sebagai kholifah bumi, juga mengindikasikan bahwa manusia dengan segala kemampuan yang dimiliki dijadikan oleh Allah s.w.t sebagai penguasa di muka bumi, atau menjadi sumber daya dan pengendali seluruh potensi bumi. Itulah keutamaan dan anugerah terbesar yang diberikan Allah s.w.t hanya kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain.

Potensi pengendali bumi tersebut berupa suatu sistem (sunnatullah) yang letaknya berada di dalam jiwa manusia, merupakan kelebihan pribadi sebagai buah ibadah dan pengabdian hakiki yang datangnya semata-mata karena kehendak Allah. Barang siapa mampu mendapatkan dan mempergunakan sistem itu dengan baik dan benar, maka sesuai kapasitas kemampuan yang sudah dimiliki, seorang hamba yang sholeh berpotensi dapat mengaplikasikan sistem-sistem kehidupan yang beterbaran di alam semesta. Potensi sistem pengendali itu terdiri dari beberapa aspek:

1. Allah Menjadikan Malaikat Berpotensi Mengabdi Kepada Manusia.
Allah SWT. berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. (QS. (2); 34)

Malaikat merupakan makhluk yang tidak membutuhkan makan dan minum, tidak seperti makhluk lain, bahkan merupakan makhluk yang sangat tunduk kepada perintah Allah. Allah s.w.t menyatakan dengan firman-Nya: “Penjaganya (neraka) adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS.at-Tahrim; 6)

Dinyatakan dalam firman-Nya di atas (QS. (2) 34), makhluk yang tidak butuh makan-minum itu ternyata diciptakan Allah s.w.t sebagai pendamping hidup bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Oleh karena itu, bagi orang-orang beriman dan beramal sholeh, sadar ataupun tidak, sesungguhnya romantika kehidupan mereka sedikitpun tidak terlepas dari fungsi keberadaan malaikat ini. Sedangkan bagi para hamba yang `arifin, hamba Allah yang hatinya selalu dekat dengan sistem pemeliharaan dan tarbiyah azaliyah itu, keberadaan fungsi malaikat ini dijadikan sebagai bagian hidup yang sedikitpun tidak pernah ditinggalkan.

2. Allah Menciptakan Alam Semesta Berpotensi Dijinakkan Manusia
Potensi sumberdaya manusia sebagai pengendali kehidupan bumi itu tidak hanya dengan dijadikan-Nya malaikat tunduk kepada komando hati mereka saja, namun juga, bahkan langit dan bumi dengan segala isinya juga tercipta berpotensi untuk dijinakkan manusia.

Langit dan bumi serta segala kandungan di dalamnya, tercipta bagaikan rangkaian alat mekanik yang bertebaran di seluruh alam, ternyata dikendalikan oleh sistem (sunnah) pengendali dari pusatnya, hal itu sebagaimana yang ditegaskan Allah s.w.t dalam kandungan firman-Nya:
“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (QS.Fush-Shilat (41); 11)

Ayat di atas telah mengungkap rahasia besar yang tersimpan di dalam kehidupan alam semesta, urusan Ilahiyah yang sudah ditetapkan sejak zaman azali, bahwa sejak langit dan bumi menjawab panggilan Allah Yang Maha Kuasa: “Kami datang dengan suka hati” (QS (41); 11). Maka sejak itu dan bahkan untuk selamanya sesuai dengan kehendak-Nya, seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi itu terkendali dengan satu sistem komando. Hanya dengan Urusan dan Ilmu Allah Yang Maha Perkasa, ketika Allah s.w.t memberikan komando dari sistem tersebut, maka seluruh perangkat yang ada itu, baik yang di bumi maupun yang di langit niscaya dengan serta merta menjalankan masing-masing fungsinya.

Sistem pusat komando itulah hati seorang kholifah bumi, dengan izin-Nya seorang kholifah bumi berpotensi menjinakkan potensi langit dan bumi itu. Allah s.w.t telah menyatakan dengan firman-Nya:
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. Al-Jaatsiah; 13)

Dengan dua potensi besar tersebut, maka berarti seluruh makhluk yang ada di alam raya ini berpotensi ditundukkan oleh manusia, kecuali makhluk jin, yang jin memang tercipta sebagai musuh manusia. Namun demikian, sesungguhnya manusia tetap berpotensi dapat menundukkan musuh utamanya itu. Hanya saja, untuk dapat menundukkan jin tersebut manusia terlebih dahulu harus memiliki “sulthonan nashiiro” atau kekuatan penolong yang didatangkan Allah s.w.t kepada manusia. Tanpa kekuatan penolong tersebut justru manusia rentan dikuasai jin, terlebih bagi mereka yang sering bekerja sama dengan jin.

Diriwayatkan dalam sabda Nabi s.a.w, ketika Allah menyatakan cinta-Nya kepada seorang hamba, maka dengan serta merta seluruh makhluk yang ada ikut mencintai hamba tersebut. Dengan kecintaan tersebut, secara otomatis mampu menciptakan peluang yang lebih besar lagi bagi orang yang dicintai-Nya itu untuk mengomando sistem yang sudah tersedia baginya.

Potensi kecintaan seluruh makhluk kepada seorang hamba yang dicintai Allah s.w.t itu telah dinyatakan oleh sebuah Hadits Shahih riwayat Bukhari dan Muslim:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila Allah s.w.t mencintai seorang hamba niscaya memanggil Jibril a.s dan berfirman: Sesungguhnya Aku mencintai Fulan, oleh karena itu cintailah dia. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Lalu Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru ahli langit dengan berkata: Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah dia, sehingga semua ahli langit mencintainya. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Kemudian orang tersebut diterima oleh semua golongan yang berada di muka bumi. Apabila Allah s.w.t memurkai seorang hamba, niscaya Dia juga akan memanggil Jibril a.s dan berfirman: Sesungguhnya Aku benci orang tersebut, oleh karena itu bencilah dia. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Lalu Jibril membencinya. Kemudian Jibril menyeru ahli langit dengan berkata: Allah telah membenci orang tersebut, maka kamu semua membencilah kepadanya, sehingga semua ahli langit membencinya. Kemudian dia dibenci oleh semua penghuni bumi. (HR Bukhari dan Muslim)

Pernyataan dalam Hadis itu sejatinya adalah bahasa kias, di mana dengan perlambang itu manusia dapat membayangkan sendiri, betapa ketika seorang hamba dicintai Allah s.w.t maka Malaikat Jibril a.s dan seluruh makhluk, baik di bumi maupun di langit akan mencintainya. Dengan kecintaan tersebut berarti tumbuh semangat pengabdian. Bagaikan tentara-tentara yang setia, maka seluruh makhluk tersebut akan menjaga kekasihnya melebihi menjaga dirinya sendiri, sehingga dinyatakan oleh Allah di dalam firman-Nya: “Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik” (QS.az-Zumar; 34).

Seperti itulah keadaannya, ketika Allah s.w.t menghendaki Nabi Dawud a.s dijadikan sebagai kholifah bumi zamannya, maka Allah s.w.t berfirman:

يَادَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ

“Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu kholifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil”. (QS.Shood (38); 26)

Untuk mengatur kehidupan bumi, menggali dan mengendalikan segala potensinya, menegakkan keadilannya serta memberantas kezaliman dan keangkaramurkaan yang ada di atasnya, maka tugas pertama yang dilaksanakan Dawud a.s adalah membunuh Jalut yang perkasa, sebagaimana telah diabadikan Allah s.w.t dengan firman-Nya:

فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُدُ جَالُوتَ وَءَاتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ

“Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Dawud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Dawud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya”.(QS. al-Baqoroh (2); 251)

Dalam sebuah riwayat, ketika Dawud a.s memutuskan untuk ikut bergabung menjadi tentara Tholut. Dalam perjalanan Dawud a.s bersama rombongannya ke medan perang, di tengah perjalanan ada tiga buah batu menyapa Dawud: “Hai Dawud, apakah engkau akan berperang melawan Jalut?, bawalah aku dan bunuhlah Jalut denganku”, maka diambillah ketiga buah batu itu oleh Dawud dan diletakkan di dalam ketapelnya. Dawud a.s merupakan orang yang terkenal sangat ahli menggunakan ketapel sebagai senjata.

Singkat cerita ketika masing-masing tentara sudah berhadapan di medan laga, ternyata Dawud a.s benar-benar berhasil membunuh Jalut dengan batu yang dibawanya itu, padahal Jalut adalah seorang raja yang sangat perkasa dan selalu dapat kemenangan di setiap peperangan yang dihadapinya. Jadi, tiga batu yang dibawa Dawud a.s tersebut adalah awal sebuah skenario dari sistem yang terkendali oleh rahasia perintah tersembunyi. Perintah Allah s.w.t Yang Maha Kuasa dengan Segala Kehendak-Nya. Ketika Dawud a.s dengan izin-Nya dapat membunuh Jalut, maka selanjutnya, “Allah memberikan kepadanya pemerintahan dan hikmah, serta mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya”(QS. (2); 251).

Walhasil, keutamaan manusia itu tidak hanya karena manusia mempunyai akal saja, sebagaimana yang difahami banyak kalangan, namun jauh lebih dari itu. Dengan akal dan ilmunya manusia sesungguhnya berpotensi menjinakkan sistem-sistem yang bertebaran di mukan bumi, bahkan di seluruh alam semesta ini. Di sini ada rahasia besar yang harus dikuak, sehingga manusia dapat memperoleh jatahnya itu. Siapa saja dapat mencapai kedudukan yang utama itu, asal mereka mengetahui ilmunya. Maka anda jangan heran jika anda menemukan seseorang bisa merubah batu menjadi emas atau tanah menjadi burung, hal itu karena terjadi atas ilmu dan izin Allah s.w.t. Allah yang menciptakan alam beserta hukum-hukumnya, maka hanya Allah pula yang mampu merubah keadaan ciptaanya tersebut.

(malfiali, Desember 2008)